pikiranku tentangmu menghambat laju otakku,
membuat aku terpaku tapi anehnya hati yang terus melaju,
tusukan kenyataannya terus menggores,
sakit.
tapi mengapa lagi-lagi kau tak hiraukan aku?
yah, aku tau kau sama sekali tak mengetahui bahwa aku masih sakit,
bahwa air mataku masih untukmu,
bahwa kau sedang meremas hatiku.
sampai kapan aku harus menunggumu untuk sejahteranya hatiku?
kapan kau bisa mengerti sakitku?
kapan pula kau bisa mengerti air mataku?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar